Bagaimana Membantu Anak Mengatasi Emosi Negatif? (1)
Pernahkah anak Anda mengalami stres atau emosi negatif?
Apakah itu normal? Bagaimana kita membantu mereka mengatasinya?
Ya itulah pertanyaan yang sering diajukan pada saya oleh
para peserta seminar maupun para orangtua yang datang berkonsultasi. Banyak
para orangtua bingung bagaimana harus membantu anak-anak mereka menghadapi hal
seperti itu. Berikut adalah wacana untuk memperluas wawasan kita bersama.
Artikel ini akan membahas bagaimana membantu anak mengatasi stres ditinjau dari usianya. Dan agar tak terlalu
panjang maka artikel ini akan bersambung pada edisi berikutnya.
“Siapakah yang pernah mengalami stres?” tanya saya dalam
sebuah acara seminar. Peserta agak bingung dan kemudian beberapa dari mereka
angkat tangan. Setelah itu saya tertawa dan biasanya saya katakan bahwa
pertanyaan itu tak seharusnya saya tanyakan karena semua orang pasti
mengalaminya bukan?
Stres adalah suatu hal yang normal yang merupakan bagian
dari kehidupan yang tidak dapat terelakkan. Stres mempengaruhi setiap orang,
bahkan anak-anak sekalipun. Seorang anak pra-taman kanak-kanak menjadi stres
saat jadwal day-care nya diubah. Seorang anak SD menjadi sedih ketika dia tidak
dapat mengerjakan tes aritmatika dengan baik. Seorang pra remaja khawatir akan
perubahan tubuhnya. Dan seorang remaja merasakan stres saat dia mencoba untuk
menetapkan apa yang akan dilakukan dalam hidupnya.
Orang tua dapat mengurangi stres / emosi negatif yang
dirasakan anak-anak dan mengajarkan mereka untuk mengatasi situasi yang sangat
stres. Sangatlah penting untuk diingat bahwa stres adalah bagian alami
dari kehidupan anak-anak. Stres hanya
akan menjadi membahayakan ketika masalah-masalah dan pertengkaran-pertengkaran
dari kehidupan sehari-hari membanjiri anak anda.
Anak-anak dari segala usia merasakan stres ketika seorang
adik bayi baru datang, perpindahan keluarga, sebuah perceraian atau pernikahan
kembali dari orangtuanya atau ketika keluarga dalam tekanan hal keuangan.
Ketika kita sendiri dalam keadaan stres, yakinlah untuk mengambil waktu yang
tepat untuk menjelaskan situasi kepada anak-anak. Seorang anak yang tidak
mengerti situasinya sering membayangkan hal-hal yang buruk. Ingatlah bahwa
anak-anak belajar dari orangtuanya. Orangtua adalah orang yang paling kuat,
yang perfeksionis atau pemecah masalah yang berat yang cenderung memberikan
sifat-sifat ini pada anak-anak mereka.
Akhirnya, terlalu stres juga bisa menjadi gangguan. Kita
perlu mengenali tanda-tanda dari stres yang berlebihan sehingga bisa
mendapatkan bantuan untuk anak. Mencari bantuan mungkin semudah membicarakan
akan situasinya kepada seorang teman, anggota keluarga atau kepala sekolah.
Seseorang yang tidak asing dengan situasi keluarga kita mungkin dapat
memberikan beberapa jalan keluar, nasehat yang berguna. Bila situasinya
ekstrem, kita mungkin perlu untuk membicarakan dengan dokter keluarga,
ahli-ahli jiwa atau bimbingan konseling sekolah, atau orang-orang profesional
di bidang ini.
Membantu anak pra-sekolah mengatasi stres Kebutuhan
anak-anak pra-sekolah adalah mendapatkan rasa cinta, ketentraman hati dan
dukungan. Mereka mempunyai sedikit penguasaan dalam kehidupan mereka sendiri
dan terlalu muda untuk menggunakan kemampuan memecahkan masalah dengan baik
pada situasi-situasi tertentu. Situasi stres yang umum meliputi: memulai atau
perubahan jadwal day-care, memulai pra-sekolah, kedatangan seorang bayi baru
atau anggota keluarga, terpisahkan dari orang tua, didisiplinkan dan toilet
training. Anak-anak pra sekolah juga khawatir akan ditinggalkan atau kelaparan
dan mereka mungkin menjadi takut akan orang-orang asing. Selain itu hal-hal
yang menakutkan, rasa sakit dan juga hal-hal yang tidak diketahui akan membuat
stres.
Tanda-tanda bahwa anak pra sekolah kita mengalami tekanan
mental yang melebihi kekuatannya adalah : lebih lekas marah, mengalami teror
malam atau mimpi buruk, lebih sering bertingkah laku kasar, menjadi lebih keras
kepala atau menuntut atau bahkan menangis lebih sering dari biasanya.
Apa yang dapat kita lakukan? Bantulah anak kita untuk
mengerti situasi. Jelaskan apa yang akan terjadi dengan cara yang mudah
dimengerti dan bahasa yang menenangkan
hati. Berikanlah keberanian pada anak untuk membicarakan ketakutannya. Dia
perlu untuk belajar mengatakan hal-hal seperti, “saya tidak menyukainya bila
anjing tetangga menyalak,” atau “saya takut masuk ke dalam ruang yang gelap”
Jangan katakan pada anak kita bahwa ketakutannya adalah
suatu hal yang konyol, ketakutannya sangatlah nyata bagi dia. Jangan pernah
katakan “Ah, begitu saja kok takut, dasar anak cengeng!” Kurangilah tekanannya
dengan menawarkan pengertian, dukungan dan banyak kasih sayang. Genggaman dan
bimbingan pada seorang anak akan
membantunya mengurangi stres. Akhirnya kita dapat menambah rasa aman anak kita
dengan tetap tenang pada saat masa sulit.
Kapankah anda mencari bantuan? Ketika kita tidak berhasil
dalam segala usaha untuk membantu anak kita, atau ketika masalah terlalu banyak
untuk kita sendiri yang harus diselesaikan, carilah bantuan profesional. Jangan
ragu untuk meminta nasehat.
Membantu anak usia sekolah (6 sampai 12 tahun ) Hidup
menjadi berat untuk seorang anak usia antara 6 dan 12 tahun. Seorang anak harus
menghadapi tekanan di rumah dan belajar untuk mengatasi dunia yang lebih luas
yang melibatkan sekolah dan teman-temannya.
Situasi yang bisa membuat mereka stres : mempunyai nama yang
tak biasa, mengerjakan tes di sekolah, merasa lambat, jelek atau pintar,
menjadi tertekan untuk mendapatkan nilai yang bagus, berteman dengan teman
baru, merasa cemburu, bersaing dalam permainan dengan saudara perempuan atau
laki-laki, beradu argumen dengan orangtua atau teman-teman, tidak dapat
bekerjasama dengan seorang guru,menjadi cemoohan ,mengkhawatirkan tentang
perubahan badan, menjadi malu, mempunyai banyak tugas, dan dikeluarkan dari
kegiatan –kegiatan dan teman-teman.
Tanda-tanda untuk mengenali stres pada anak kita : dia
mungkin menarik diri, mengalami kemunduran, dan bertingkah seperti seorang anak
yang lebih muda dari usianya, mengompol, memiliki masalah tidur, menggertakkan
giginya, atau memiliki masalah bicara. Anak-anak dalam pengaruh stres juga bisa
terlihat berpikir dan bergerak lambat. Tanda-tanda yang lain termasuk:
kesulitan di sekolah, mencuri, berbohong, curang, sedih, menangis, bertengkar,
sering terjatuh, dan kecelakaan.
Apa yang dapat kita lakukan? Anak-anak yang sangat baik
dalam mengatasi stres adalah yang mendapat dukungan dan pengertian dari
orangtua. Orantua yang baik akan selalu ada untuk anaknya pada saat dibutuhkan.
Cobalah untuk mengerti apa yang dialaminya. Dukunglah dia untuk membicarakan
masalahnya lagi, dan bantulah dia untuk mengatasi masalahnya. Anak kita memang
mulai mengembangkan beberapa kemampuan dalam mengatasi masalah namun dia tetap memerlukan bantuan dalam hal ini.
Saya sering menjumpai bahwa orangtua sering menambah tekanan
pada kehidupan anak mereka dengan menekannya terlalu keras melalui
target-target. Bila masalah-masalah berputar sekitar sekolah, duduk dan
bekerjasama dengan guru anak kita untuk membuat tujuan yang realistis dan
standarisasi untuk mencapai prestasi. Masalahnya bukan hanya dalam hal
akademik. Terkadang anak-anak terlibat dalam banyak kegiatan yang berbeda atau
mempunyai banyak sekali tugas di rumah. Kita bisa memberikan lebih banyak kasih sayang, persetujuan dan
penguatan yang positif pada mereka. Dengarkan dan bantulah mereka untuk
mengatur stres dalam hidupnya.
Kapankah kita seharusnya mencari bantuan? Ketika masalahnya
diluar keahlian mendidik anak yang kita miliki, itulah saat mencari bantuan. Bisa juga ini dijadikan momentum yang tepat
untuk memperkenalkan anak konsep “dewan keluarga”. Dewan keluarga mengijinkan sebuah
keluarga untuk berdiskusi tentang sebuah
pokok permasalahan. Kepemimpinan diputar dan anak-anak mempunyai peran yang
sama dalam pertemuan. Keluarga tersebut bersama-sama mencari jalan keluar atas
masalah-masalah tersebut. Ini adalah sebuah latihan kepemimpinan yang bagus.
(bersambung)
Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga
Bagaimana Membantu Anak Mengatasi Emosi Negatif? (2)
Tulisan berikut ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya
dengan judul yang sama yang telah dimuat di website sekolahorangtua.com juga.
Namun kali ini kita akan membahas masalah ini untuk anak berusia 12 tahun
sampai 18 tahun atau masa remaja hingga dewasa awal.
Banyak anak-anak remaja menjadi stres saat mereka
berhubungan dengan masalah pertumbuhan. Mereka khawatir tentang perubahan
tubuhnya, bergelut dengan seksualitas dan jati diri mereka. Anak-anak remaja
ini seharusnya dapat membicarakan
masalah mereka dan seharusnya sudah mengembangkan kemampuan untuk mencari jalan
keluar atas suatu permasalahan. Namun dikarenakan emosi yang dapat berubah
dengan tiba-tiba dan keraguan akan keputusan yang penting, mereka memerlukan
bantuan khusus dan dukungan dari kita – orang dewasa – terutama kedua orangtua.
Fase ini biasanya akan terlewati dengan baik jika di fase sebelumnya orangtua
mengembangkan sebuah komunikasi yang baik – yang membangun sebuah harga diri –
dengan anaknya.
Pada saat awal masa remaja, anak-anak remaja sangat sensitif
akan kritikan. Nasehat yang bermaksud baikpun akan ditangkap sebagai kritikan dan menjadi penyebab kemarahan atau
reaksi pertahanan. Mereka butuh penghargaan dan biasanya yang didapat adalah
sebaliknya. Seringkali klien remaja saya tidak bisa menangkap dengan baik apa
yang dilakukan orangtuanya terhadap diri mereka. Akhirnya mereka bisa saja
mencari pelarian untuk pemecahan masalah di luar rumah.
Stres yang umum dialami oleh anak-anak remaja adalah
mendapatkan tes, tekanan untuk
mendapatkan nilai yang bagus, godaan untuk mencoba sex dan obat-obatan,
bermasalah dengan hubungan laki-laki atau perempuan, mempertanyakan benar dan
salah, kegugupan saat berpidato dan kompetisi, keragu-raguan akan penampilan
fisik, tekanan dari terlalu banyak aktifitas, merawat adik laki-laki dan
perempuan, tidak punya cukup waktu, dan tekanan menjadi kakak atau adik yang
baik serta kurang percaya diri.
Apa ciri-ciri bila anak remaja anda di bawah pengaruh stres? Makan terus menerus sehingga
menciptakan masalah berat badan, melamun secara berlebihan, menggunakan
obat-obatan terlarang atau mengalami gangguan syaraf seperti kedipan mata yang
tak biasa, menggigit kuku, dan kejang otot. Stres secara emosi bisa merupakan
sebuah awal bagi pemikiran tentang bunuh diri, tindak kenakalan, tingkah laku
perfeksionis, pengasingan diri dan kegagalan akademik di sekolah. Ketidak
pedulian akan penampilan fisik, sifat
yang lekas marah dan mudah tersinggung serta mudah mengalami kelelahan adalah
tanda-tanda lain dari stres. Anak-anak remaja sering menanggapi stres dengan
menarik diri, tidak berbicara, menjadi pemberontak atau pembangkang dan melibatkan diri dalam masalah kenakalan
remaja.
Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu? Mereka memerlukan
cara untuk mengatasi situasi yang stres. Saat anak remaja kita belajar
bahwa dia dapat mengatasi masalah-masalahnya, dia mendapatkan sikap yang
positif tentang dirinya. Jangan tergoda untuk memberikan pemecahan menurut
pemikiran kita sendiri. Saat mereka mencapai usia ini peran kita sekarang
sedikit bergeser menjadi seorang “konsultan” bagi mereka. Hanya beberapa hal
penting yang masih menjadi otoritas kita. Sampai sejauh mana? Diskusikan dengan
anak Anda! Hanya Anda dan anak Andalah yang tahu. Ini semua bergantung dari
bagaimana kita membesarkan mereka dulu sebelum usia 12 tahun.
Berikanlah pujian yang tulus ketika dia melakukan pekerjaan
yang bagus akan sesuatu. Ingatlah untuk berkata terima kasih. Anak-anak remaja
sering merasa tak dihargai. Secara sederhana penuhi Tangki Cinta mereka! Tangki Cinta seringkali menjadi penyebab
masalah remaja stres. Mereka merasa tak dihargai dan disetujui padahal orangtua
merasa sudah melakukan semuanya!
Hal lain yang kita perlu periksa adalah jadwal kegiatan anak
kita. Apakah dia terlalu banyak memiliki aktivitas? Atau bekerja terlalu keras
memenuhi tuntutan akademik. Beberapa anak remaja menemukan diri mereka sendiri
tertimbun dalam kesibukan saat mereka menambahkan pekerjaan setelah sekolah
pada jam-jam yang harusnya digunakan untuk istirahat. Apakah dia mengharapkan
untuk mengerjakan tugas-tugas yang terlalu banyak di rumah? Meskipun anak-anak
seharusnya mengerjakan tugas-tugas yang biasa saja, beberapa anak remaja
menjadi terbebani dengan tugas mereka. Anak-anak remaja masih anak-anak dan
mereka memerlukan waktu untuk bersantai dan belajar.
Mungkin cara yang sangat efektif untuk membantu anak-anak
remaja mengatur stresnya adalah tetap membuka garis percakapan. Dia mungkin
tidak ingin atau memerlukan nasehat kita, tetapi dia akan menghormati perhatian
kita sebagai orangtua. Hampir semua anak-anak remaja menyukai orang-orang
dewasa yang hanya mendengarkan mereka. Mereka ingin seseorang mendengarkan apa
yang harus mereka katakan.
Ini tidak berarti bahwa kita tidak boleh mengutarakan
pendapat kita, terutama sekali masalah-masalah penting seperti nilai-nilai
hidup. Tetapi bila diskusi berubah menjadi adu argumentasi, kita mungkin
memerlukan waktu yang lebih untuk
mendengarkan, dan mengutarakan pendapat kita secara pelan dan tenang. Seni
komunikasi diperlukan dalam hal ini.
Dukunglah anak remaja kita untuk melakukan kegiatan yang
bersifat fisik. Anak-anak remaja dapat mengurangi stres dengan aerobik,
bersepeda, bersepatu roda, jogging ataupun olahraga lainnya. Ini adalah sebuah
cara yang berguna untuk mengatasi stres. Pendekatan positif lainnya meliputi
belajar menjadi tegas, menguasai kemarahan dan berkata “tidak”.
Kapankah kita seharusnya mencari bantuan? Masa remaja adalah
waktu yang sulit untuk anak-anak remaja
dan keluarga mereka. Ketika tekanan-tekanan menjadi ekstrem dan ketika tidak
ada jalan keluar lagi, ini waktunya berbicara pada orang lain yang lebih
profesional menangani hal ini. Ketika melihat bukti bahwa anak kita menggunakan
obat-obatan terlarang, atau anak remaja kita membicarakan tentang bunuh diri
atau mulai membuang hal-hal yang berharga, mintalah bantuan profesional
secepatnya. Cermati peringatan akan tanda-tanda depresi, melakukan sex yang
beresiko, perilaku anti sosial yang tidak wajar dan perubahan kepribadian.
KESIMPULAN Anak-anak tidak dapat melarikan diri dari stres
dan tekanan-tekanan yang datang dari lingkungan kehidupan sekarang. Tetapi
mereka dapat belajar untuk mengatasinya , sebagai orangtua, kita dapat membantu
anak kita dengan beberapa cara: Ajarikan
untuk mencari jalan keluar atas masalah-masalah yang dihadapi. Anak
perlu belajar untuk mengenali masalah, jalan keluar yang memungkinkan, yang
setuju akan jalan keluar yang memungkinkan dan yang tidak setuju akan jalan
keluar yang memungkinkan, kemudian
pilihlah yang terbaik. Dalam hal ini terkadang kita perlu memberikan
kepercayaan pada mereka untuk menjalani keputusannya walau kita tahu ke mana
arah keputusan itu. Berikanlah
pengalaman pada mereka. Janganlah terjebak dalam paradigma “saya tidak
ingin anak saya terperosok ke dalam lubang yang sama dengan saya”Jika hal itu tidak menyangkut hal yang fatal biarkan
mereka mengalaminya sendiri dan kita tetap dukung mereka dengan cara tetap
membuka hati kita untuk mereka.
Bicaralah dengan anak remaja kita, carilah waktu yang khusus
untuk berbicara. Cari tahu apa yang terjadi dalam hidupnya. Jujurlah dan
terbukalah dengan dia. Ceritakanlah tentang tujuan keluarga dan diskusikan
kesulitan-kesulitannya, tanpa membebani mereka dengan masalah-masalah kita.
Pujilah anak-anak ketika mereka melakukan hal-hal yang bagus, dan jangan lupa
pelukan-pelukan dan ciuman-ciuman atau sentuhan fisik lainnya seperti tepukan
di bahu atau belaian di kepala. Salah satu bahan pembicaraan menarik adalah
pengalaman hidup kita.
Pastikanlah anak kita juga mempunyai waktu yang tenang
sehingga dia dapat bersantai. Ajarilah dia latihan-latihan fisik seperti
bermain bola, skating, berenang, berlari, berjalan, bersepeda.
Kegiatan-kegiatan tersebut juga mengurangi stres.
Jadilah pendukung. Saling menghormati dan berbagilah bantuan
yang berharga selama waktu stres. Anak memerlukan kita untuk mengeluarkan
energi negatifnya. Dia juga mendapatkan manfaat dengan melihat bagaimana kita
berhasil mengatasi stres.
Tips untuk mendidik anak memahami stres Ajarilah anak kita
untuk mengenali situasi stres. Dia seharusnya membicarakan tentang stresnya
atau menulisnya. Ajari dia berbagai strategi mengatasi stres.
Bermainlah suatu peran tentang situasi yang sangat stres
dengan anak. Bantulah dia untuk menentukan cara yang berguna untuk mengatasi
stres.
Gunakanlah humor untuk menahan perasaan dan situasi yang
tidak mengenakkan. Seorang anak yang belajar menggunakan humornya akan lebih
baik untuk memandang segala sesuatunya dengan lebih masuk akal.
Jangan bebani anak kita dengan terlalu banyak aktifitas
setelah sekolah. Bantulah anak-anak untuk belajar melangkah. Jangan
mendaftarkan mereka di setiap kursus yang ada, dan jangan menuntut mereka untuk
menjadi yang nomor satu dalam segala hal.
Ketika kita sendiri dalam pengaruh stres yang berlebihan,
telitilah untuk lebih yakin bahwa kita pun dapat melewatinya bersama-sama
dengan anak kita. Buatlah sebuah contoh yang baik. Lakukanlah pengendalian diri
dan kemampuan dalam mengatasi masalah. Doronglah untuk bekerjasama dibandingkan
dengan berkompetisi. Dapatkan bantuan profesional ketika masalah-masalah diluar
kemampuan kita.
salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga,
No comments:
Post a Comment