Apa itu HypnoParenting?
Hari ini kita mencoba
menjelaskan apa itu HypnoParenting. Sehingga tidak timbul perbedaan persepsi
tentang ‘makanan’ apa ini
Hypoparenting terdiri dari 2 kata
dasar yaitu hypnosis dan parenting. Marilah kita bahas satu persatu secara
singkat sehingga makna dari hypnoparenting dapat dimengerti dengan benar.
Hipnosis di Indonesia masih dianggap sebagai satu hal yang dipenuhi misteri.
Masih banyak yang beranggapan bahwa hypnosis melibatkan kuasa kegelapan, atau
suatu bentuk praktek supranatural. Oleh karena itu tidak sedikit juga orang
yang percaya bahwa hal yang berbau hipnosis harus dijauhi atau dihindari. Ada
juga yang berpendapat bahwa subyek yang dihipnosis tidak bisa mengontrol
pikirannya sendiri dan dalam kondisi yang sepenuhnya tidak sadar. Atau bahkan
ada juga yang mengatakan bahwa kalau sering dihipnosis akan lupa ingatan dan
mudah dipengaruhi oleh orang lain, atau bahkan mudah dimasuki ”roh halus”.
Baiklah sekarang kita akan membahasnya. Pertama kali yang perlu diketahui
adalah di dunia ini terdapat dua aliran besar hypnosis yaitu aliran Timur dan
Barat. Pada aliran Timur memang banyak dijumpai hal-hal yang bersifat mistis
atau ”magis”.Sedangkan pada aliran Barat dipengaruhi oleh teori-teori mengenai
pikiran dan struktur bahasa. Hypnosis yang akan diulas di sini menganut aliran
Barat. Jadi semuanya berdasarkan penelitian ilmiah dari para pakar yang berasal
dari dunia kedokteran dan psikologi. Fenomena hypnosis kita alami setiap hari.
Pernakah Anda melihat film yang mengharukan hingga menangis? Anda larut dalam
film itu sehingga seakan-akan menjadi sesuatu yang nyata. Itulah hypnosis.
Contoh lainnya adalah bayangkan sebuah jeruk lemon yang sangat segar di depan
anda. Bayangkan jeruk tersebut dibelah jadi 2 bagian dan kemudian dikucurkan ke
dalam mulut. Bagaimana reaksi tubuh anda? Adakah pengaruhnya? Apakah air liur
anda menjadi lebih encer? Jika anda perhatikan jeruknya kan tidak ada, hanya
imajinasi saja bukan? Tetapi mengapa tubuh kita bereaksi dengan cara yang sama
ketika jeruknya benar-benar ada? Itulah hypnosis. Otak kita menangkap gambaran
mental dari jeruk lemon. Dan ketika kita melakukannya dengan penuh perasaan dan
konsentrasi maka otak menganggap hal itu adalah suatu kenyataan dan
memerintahkan tubuh untuk bereaksi dengan cara yang sama saat kita dulu
berhadapan dengan jeruk lemon yang sesungguhnya. Satu syarat penting yang harus
ada di sini adalah bahwa anda harus pernah punya pengalaman dengan jeruk lemon
dulu sebelumnya sehingga bisa membayangkan dengan detail. Jika anda belum
pernah melihat jeruk lemon sebelumnya maka sugesti di atas tadi tidak akan
berhasil. Tidak ada hal berunsur ”magis” atau ”mistis” bukan? Untuk memahami fenomena
jeruk lemon di atas maka kita harus mengerti cara kerja pikiran. Apa maksudnya?
Maksudnya kita harus mengerti bagaimana pikiran memproses stimulasi dari luar
(dalam hal ini berupa kata-kata ) menjadi suatu gambaran mental berdasarkan
informasi yang sudah ada di memori pikiran sebelumnya. Dengan pemahaman di atas
maka kita sekarang akan menyadari bahwa semua proses pemasukan informasi ke
dalam pikiran adalah suatu proses hypnosis.
Nah sekarang apa itu Parenting?
Parenting adalah segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orangtua
dalam mendidik dan membesarkan anak. Tugas kita sebagai orangtua dalam mendidik
dan membesarkan anak sebenarnya sangat berat dan penuh liku-liku tantangan.
Sayangnya kita hanya berbekal pengalaman sebagai seorang anak yang dulunya
dididik dan dibesarkan oleh orangtua kita. Sebagian besar pola asuh dan pola
didik orangtua kepada kita akhirnya mewarnai tugas kita sebagai orangtua.Kita
memperlakukan anak kita sebagaimana orangtua memperlakukan kita dulunya.
Seharusnya kita harus memperlakukan anak sebagaimana kita dulu ingin
diperlakukan oleh orangtua kita. Dengan begitu kita bertindak atas dasar
perasaan seorang anak. Bukan atas dasar perasaan kita sebagai orangtua. Karena
apa yang kita anggap baik belum tentu seperti yang diinginkan oleh anak kita
secara pasti. Dengan kata lain kita bertindak atas dasar persepsi kita sendiri
bukan dari persepsi seorang anak.
Oleh karena itu dengan
hypnoparenting kita berusaha mempetakan dan membuat sistemasi atas segala hal
yang berhubungan dengan tugas kita sebagai orangtua ditinjau dari sudut pandang
cara kerja pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak. Mengapa
kita meninjaunya dari sudut pandang cara kerja pikiran? Karena segala sesuatu
berakar dari pikiran. Manusia, anak-anak sampai dewasa, melakukan segala
sesuatu karena punya pikiran. Segala hal tentang teori pertumbuhan dan
perkembangan anak tak akan berhasil jika kita gagal memahami cara kerja
pikiran. Satu hal sederhana? Mengapa seorang bayi belajar berjalan? Karena ia melihat
semua orang dewasa di sekitarnya berjalan tegak dengan kedua kakinya. Bukan
karena umurnya memang mengijinkan dia untuk berjalan. Jika selama 5 tahun
pertama hidupnya bayi hanya melihat orang di sekitarnya merangkak maka ia pasti
akan merangkak juga. Tidak akan pernah berjalan tegak. Inilah mekanisme
hypnosis yang paling sederhana. Kita telah mempengaruhi seorang bayi dengan
contoh nyata bahwa suatu hari ia akan berjalan juga sebagaimana kita orang
dewasa. Hal ini ditangkap oleh otak bawah sadarnya dan diproses sampai suatu
saat si bayi mulai mencoba untuk berdiri tegak dan berjala. Tetapi karena
tulangnya belum kuat maka ia akan terjatuh. Tetapi karena kita sugesti, ”Ayo
coba lagi. Berdiri lagi sayang kamu pasti bisa” maka ia akhirnya bisa berjalan.
Bayangkan apa yang akan terjadi jika sugestinya, ”Alaaa percuma kamu tidak akan
bisa. Sudahlah duduk aja tidak usah berdiri atau berjalan” , apakah si bayi
akan bisa berjalan? Tentu tidak. Jadi semoga sekarang anda telah mengerti apa
itu HypnoParenting dan bagaimana aplikasi sederhananya. Wish you become the
best parents in the world !
No comments:
Post a Comment